Kamis, 04 September 2008

Launching Rubrik OASE kompas.com di Wapres Bulungan

Kamis 4 September 2008 akan digelar acara Launching rubrik OASE kompas.com di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta Selatan.
Acara mulai jam 19.00 s.d 22.10 WIB.

Materi:

- Presentasi Kompas Oase oleh Jodhi Yudono (Kompas.com)
- Talk show: Jodhi Yudono, Teguh Esha, Taufik
- Art Perform: Birama Percussion, Jodhi & Quarten on the Street, Tony Q,
Amien Kamil, Totok Thewel (Elpamas), Naniel, Mahagenta, dll
- Ada games & door prize....

Presenter: Budhi Setyawan

Rabu, 27 Agustus 2008

JADWAL IMSAKIYAH 1429 H/ 2008 M

Jadwal Imsakiyah 1429 H/ 2008 M
http://www.depag.go.id/file/dokumen/jadimsakiyah08rev.jpg

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan, mohon maaf lahir dan batin, semoga amal ibadah kita diterimaNYA, amien

Rabu, 25 Juni 2008

TOKO SEPEDA "CENTRO BIKE" VILA MELATI MAS- BSD

Satu lagi toko sepeda yang berlokasi di Vila Melati Mas BSD.Buat teman2 yang mau upgrade sepeda, silahkan datang ke CENTRO BIKE yang berlokasi di Ruko Vila Melati Mas SR 1 no 39 Serpong Tangerang 15310, telp 021-5372351 / 32130308
Untuk pembelian sepeda UNITED mendapat discount 10% dan mendptkan kaos eksklusif selama masa promosi dari tanggal 19 Juni 2008 sp 19 Agustus 2008, sedangkan untuk pembelian sepeda 12',14', 16', 18' mendapatkan bell elektrik, sedangkan pembelian sepeda 20',24', 26' mendapatkan kunci spiral.
Silahkan manfaatkan masa promosi ini

Kamis, 22 Mei 2008

TOKO SEPEDA "GIANT" BSD

Buat penggemar GIANT ,pabrikan sepeda terkemuka asal Taiwan ini akan meresmikan satu lagi gerainya di kawasan BSD pada tanggal 25 Mei 2008. Menyambut ini mereka akan memberikan discount 5% untuk semua items dari 25-31 Mei 2008, plus hadiah langsung.

Alamat lengkapnya adalah;

GIANT BSD
Ruko Mall ITC R50-51
Bumi Serpong Damai
Serpong, Tangerang

Jumat, 14 Maret 2008

PENYAKIT KANKER SUDAH TIDAK BERBAHAYA LAGI



Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia
dapatmemiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya
tanaman"KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber)sebagai
tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai
penyakitkanker dan berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm inihanya
tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung."Tanaman
ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kataDrs.Patoppoi Pasau,
orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia..

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr
ChrisK.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari
Universiti
Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia.
Lembagaperawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu
ribuanpasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia
Baru,Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di
Pekalongan,Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker
payudara stadiumIII dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah
kanker ganas tersebutdiangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus
menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk
menghentikanpenyebaran sel-sel kanker tersebut.
"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami
menyiapkanwig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan
kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu
makan,"jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus
berusahamencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan
informasimengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati
kanker. "Saatitu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli
teh tersebut,"ujar Patoppoi yang juga ahli biologi.
Ketika sedang berada disebuah toko obat di Malaysia, secara tidak
sengaja dia melihat danmembaca buku mengenai pengobatan kanker yang
berjudul Cancer, YetThey Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan
1996.
"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut.
Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh LinQi,
tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi sambiltersenyum.
Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat
DepartemenPertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman
tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai
tempat,familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya.
Ternyata,mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah
mendapatkantanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi
menghubungiDr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang
ditemukannyaitu.

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskanbahwa
tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakanagar
tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjutPatoppoi.
Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoimulai
memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkahpada buku
tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoimenghubungi
putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut
mencarikantanaman tersebut.
"Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencaridi
pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanamantersebut
tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingiayahnya saat
itu.

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi
mengalamipenurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya
berhentirontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan
nafsumakan ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani
pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, danitu sungguh
mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata Patoppoi. Para
dokter itu kemudian menanyakan kepadaPatoppoi, apa yang diberikan pada
isterinya. "Malah mereka ragu,apakah mereka telah salah memberikan
dosis kemoterapi kepada kami,"lanjut Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para
dokterpun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar
mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak
mengalamiefek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadienam
bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para
dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan
penggunaantanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil
tertawa.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan
peningkatankeadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian
menghubungiDr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman
tersebutbanyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan
penggunaantanaman ini di Indonesia.
Kemudian Dr Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu
apayang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,"
sambungPatoppoi.
Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam
bahasaIndonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo
menganjurkanagar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi
dalam usahanyata membantu penderita kanker di Indonesia.
Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis
mengenaimeninggalnya Wing Wir yanto , salah satu wartawan handal Jawa
Pos,Patoppoisempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala,
penderitaan, pengobatanyang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan
salah satu pengalaman pengobatanpenderita kanker usus yang dijelaskan
di buku tersebut. Dan eksperimenpengobatan tersebut berhasil
menyembuhkan pasien tersebut.
"Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di JawaPos," ujar
Boni.
Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam
sehari,bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudahada
sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yangberalamat di
Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.

Pasien pertama yang berhasiladalah penderita Kanker Mulut Rahim
stadium dini. Setelah diperiksa,dokter mengatakan harus dioperasi.
Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya
lakudijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa
Pos.
Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian
pasientersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu
dioperasi,karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi,
Patoppoiberusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan
DirekturJenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan,
Sampurno,Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia. Dikantor
Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan
lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama
Indonesia ..
Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live"edisi
revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam bukutersebut,
serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawankanker.
Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoimendirikan
perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secararesmi,
Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembagasosial Cancer
Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletinbulanan Cancer
Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp.021-4894745, dan
di Buduran, Sidoarjo.

Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut
secaralebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus
dalam bentukpil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai
tananaman lainnyadengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan
tergantung penyakityang diderita," kata Boni.

Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formuliryang
menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkanmereka ke
Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, danakan kami fax-kan.
Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus
obatnya,dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit
Malaysia ," lanjut Boni.
"Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak
menarikkeuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa
memberikanperpanjangan waktu pembayaran. " tambahnya.

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh
salahsatu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap
kankerginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah
menjabatsebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya
ini.Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi
pengobatandengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan
dokteryang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan
radiologi,pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan
gatal,dan selalu muntah.
Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini
menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus
untukmembantu proses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami
penderitapertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi
dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan
inibelum resmi diteliti di Indonesia ..
Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai
pengobatanalternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai
"ter-kun"atau dokter-dukun.
"Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional danmodern,"
kata dokter tersebut.

Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan
memberikanbantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat
putaw dansabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu
tersebutmendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker
paru-parustadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh
dariCancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata
obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran
darahpenderita dan
mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut.
"Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladitikus,
dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul
resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubanglagi,"
sambung Boni sambil tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat
serangankanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit
sudahtidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus,
beberapasaat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa
kesakitan.

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah
disembuhkanadalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker
payudara,paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher
rahim,tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas,
dan hepatitis.

Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan
milyaranRinggit Malaysiaselama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi
dunia kesehatan.

Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan
dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilanlembaga sosial

"Cancer Care Indonesia " beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta,
telp : 021-4894745,

Sabtu, 08 Maret 2008

“DEMO LUKIS, PAMERAN DAN BURSA LUKISAN SANGGAR SENI

Mengutip ucapan serta tulisan dari Bapak Muryoto
Hartoyo salah seorang pengamat Seni Rupa dalam suatu
kesempatan, dikatakannya bahwa di Indonesia saat ini
hanya sedikit ada sebuah Sanggar Seni Rupa yang masih
dapat bertahan hidup begitu lamanya serta masih tetap
berkiprah dengan berbagai kegiatan serta prestasi,dan
juga diperhitungkan keberadaannya.

Salah satu dari sanggar itu adalah Sanggar Seni Rupa
Plus Garajas, ucapnya.
Sejak kelahirannya di era tahun 1974 hingga kini telah
berusia lebih dari 33 tahun, bahkan nanti pada tanggal
3 Juli 2008 akan genap berusia 34 tahun. Masih tetap
aktif dengan berbagai macam kegiatannya.

Pendirinya adalah Mas Dimaz Prasetyo sebagai
pembimbing yang di mulai debutnya setelah berhasil
melukis cepat Ratu Elizabeth dari Inggris pada tahun
1974, dibantu oleh Mas Harry Swandhito {almarhum yang
mengajak Dimaz Prasetyo untuk aktif di Bulungan} dalam
periode awalnya.

Juga dibantu oleh sahabat lain yang ketika itu masih
duduk di SMA kalau boleh disebut : May Soebiakto SMT
{Sitoto}, Indra Kusuma, Eddy Yoenanto, Thelma
Nurmathias, Joko Wiwit, Daru Paramayudha, Tino
Saroenggalo, Mas Yossusilo, Wresni Dhessy, Renny
Jayusman, Tati Jayusman dan banyak lagi.

Periode berikut datang Mas Nur Hasyim Yubari, Mas B.
Pri {Bambang priyono}, Si- Jon {kartunis majalah
Gadis), Joko Tri{yono}, Abdul Salam, Loegiyono, Kamso
Kholiban. yang telah memberi kontribusi yang sangat
besar terhadap perjalanan Garajas selanjutnya.

Kemudian hadir Rip van Dinnar, G. Widro Mansoer,
Muchlis Sardjana, Boedi Indera Cahaya, Didieth, Bebek
Gatot, Herry Dim {pengamat seni rupa di Bandung},
Restu Iman Sari {penari}, Ridha, Nila, Tini , Non-O,
Nobon, serta banyak lagi

Individu dari para anggota sanggar Garajaspun beraneka
ragam dari latar belakang status sosial, pendidikan,
usia, bahkan kemampuan berekspresi dalam menciptakan
hasil karyanya.
Beraneka ragam bentuk, aliran, corak dan saling
berbeda satu dengan lainnya.

Secara individu maupun bersama setiap anggota dari
kelompok Sanggar Seni Rupa Garajas telah memiliki
pengalaman dalam berpameran. Baik berpameran tunggal
maupun bersama. Lokasi berpameran baik di Jakarta,
daerah bahkan ada diantara dari sebagian anggotanya
telah berulangkali berpameran di luar negeri.
Bahkan Mas Joko Tri sekarang telah diakui sebagai
salah satu pengamat seni yang diperhitungkan di negara
paman sam {USA}.

Banyak pula diantaranya yang telah mendapatkan
penghargaan atas hasil karyanya. Baik dari lembaga
atau instansi pemerintahan juga swasta didalam negeri
serta luar negeri. Karya-karya mereka sudah banyak
diakui, dan ada yang telah mendapatkan penghargaan
misalnya dari Dewan Kesenian Jakarta, Philips Morris,
Museum Rekor Indonesia dengan karya lukisan Jungkir
baliknya {G. Widro Mansoer}, pemerintah pusat dan
daerah. baik secara para individu ataupun secara
kelompok bersama..

Kelompok Sanggar Seni Rupa Plus Garajas pada tahun
2007 lalu, telah mendapat penghargaan dari Pemerintah
DKI Jakarta, yakni dari Dinas Kebudayaan dan
Permuseuman DKI Jaya sebagai Kelompok Sanggar Seni
Rupa yang masih berkiprah dan selalu aktif sejak
didirikan pada tanggal 3 Juli 1974, yang juga
merupakan saat diproklamirkan bersamaan dengan
diadakannya pameran lukisan bersama untuk kali yang
pertama.

Hingga saat ini anggota dan simpatisan yang telah
tergabung di Sanggar Seni Rupa Plus Garajas lebih dari
400 orang yang terdaftar atau tercatat serta tersebar
di belahan Nusantara serta Dunia.

Dengan adanya acara Demo Lukis, Pameran serta Bursa
Lukisan kali ini, akan banyak dipamerkan karya-karya
seni lukis periode yang terbaru serta tetap dengan
berbagai macam corak, bentuk serta aliran.

Rencana acara ini akan diadakan secara rutin 1 bulan
sekali, yakni pada setiap hari minggu dipertengahan
bulan atau diakhir bulannya,untuk memberi apresiasi
kepada masyarakat terhadap seni rupa khususnya seni
lukis, terutama memberikan motivasi kegiatan positif
kepada para remaja dan pemuda di Jakarta.

Acara pertama insyaallah akan dimulai pada hari minggu
tanggal 16 Maret 2008 mulai dari pagi hari hingga sore
harinya. Dan bersifat spontanitas.

Untuk semua itu ditunggu kedatangannya di Gelanggang
Remaja Bulungan Jakarta Selatan, partisipasinya untuk
kenajuan bersama.

Informasi :
May Soebiakto SMT {Sitoto}
HP : 0817 - 6006309

Wiwien
HP : 0816 - 819118

Sekretariat sanggar Garajas
Jl. Cipaku I / 9 A {Sinar 9}
Pasar Santa - Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

Senin, 18 Februari 2008

PERBANDINGAN TARIF GSM

Coba kita bandingkan tarif operator GSM yang berlaku sekarang, mungkin bermanfaat
(Hitungan mulai dari per 10 menit selama masa program)


Tarif Ke
Sesama Operator 10 menit 20 Menit 30 menit 40 menit 60 menit 120 menit
bebas 0,1
Rp 1,548 Rp 1,608 Rp 1,668 Rp 2,268 Rp 3,465 Rp 7,065
Simpati PD 1/2 Rp 1,770 Rp 2,070 Rp 2,370 Rp 2,670 Rp 3,270 Rp 5,070
Mentari Rp 4,500 Rp 9,500 Rp 14,500 Rp 19,500 Rp 29,500 Rp 59,500
3 Hutch Rp 1,500 Rp 3,000 Rp 4,500 Rp 6,000 Rp 9,000 Rp 18,000

Tarif ke
Operator lain 10 menit 60 Menit 120 menit
bebas 0,1
Rp 9,024 Rp 45,180 Rp 90,360
Simpati PD 1/2 Rp 36,000 Rp 216,000 Rp 432,000
Mentari Rp 32,000 Rp 192,000 Rp 384,000
3 Hutch Rp 20,000 Rp 120,000 Rp 240,000


PATUT DIPERHATIKAN :
1. XL bebas, kartu yang dikeluarkan oleh PT Excelcomindo Pratama, Tbk., ini menunjukkan keunggulan tarif murah perdetik dan hemat apabila durasi percakapan ke sesama XL di bawah 60 menit ( 1 jam ) dan sedangkan tarif ke operator lain pada menit ke berapapun terbukti sesuai janji " TARIF TERMURAH
2. Simpati PeDe, kartu yang dikeluarkan oleh Telkomsel ini menunjukkan keunggulan untuk tarif murah per detik dan hemat apabila percakapan dilakukan hanya ke sesama produk Telkomsel dengan durasi percakapan di atas 60 menit ( 1 jam ), sedangkan tarif ke operator lain paling tinggi diantara GSM lain
3. Mentari, kartu yg dikeluarkan oleh Indosat, Tbk., ini menunjukkan keunggulan tarif hanya ke sesama produk Indosat pada 1 menit pertama saja, syukurnya gratis 1 menit pertama berlaku sebanyak 20 x sehari, tetapi tarif ke sesama ( Mentari ) adalah termahal di kelas GSM dihari SENIN , SELASA , RABU dan KAMIS
4. 3 (three), dari PT Hutchison CP Telecommunication ini menunjukan keunggulan hanya ke sesama 3 dengan durasi percakapan pada 10 menit pertama saja dan SMS termurah ke all operator Rp 100.
5. Adapun urutan/peringkat pengguna GSM terbesar di Indonesia berdasarkan survey yakni ;
a.Telkomsel
b.Indosat
c.Excelcomindo
d.Hutch